Kamis, 19 November 2009


Sejarah Awal Narkoba

Kurang lebih th. 2000 SM di Samaria dikenal sari bunga opion atau kemudian dikenal opium (candu = papavor somniferitum). Bunga ini tumbuh subur di daerah dataran tinggi di atas ketinggian 500 meter di atas permukaan laut. Penyebaran selanjutnya adalah ke arah India,Cina dan wilayah-wilayah Asia lainnya.

Cina kemudian menjadi tempat yang sangat subur dalam penyebaran candu ini (dimungkinkan karena iklim dan keadaan negeri). Memasuki abad ke XVII masalah candu ini bagi Cina telah menjadi masalah nasional; bahkan di abad XIX terjadi perangcandu dimana akhirnya Cina ditaklukan Inggris dengan harus merelakan Hong Kong.

Tahun 1806 seorang dokter dari Westphalia bernama Friedrich Wilhelim sertuner menemukan modifikasi candu yang dicampur amoniak yang kemudian dikenal sebagai Morphin (diambil dari nama dewa mimpi Yunani yang bernama Morphius).

Tahun 1856 waktu pecah perang saudara di A.S. Morphin ini sangat populer dipergunakan untuk penghilang rasa sakit luka-luka perang sebahagian tahanan-tahanan tersebut "ketagihan" disebut sebagai "penyakit tentara"

Tahun 1874 seorang ahli kimia bernama Alder Wright dari London, merebus cairan morphin dengan asam anhidrat (cairan asam yang ada pada sejenis jamur) Campuran ini membawa efek ketika diuji coba kepada anjing yaitu: anjing tersebut tiarap, ketakutan, mengantuk dan muntah-muntah. Namun tahun 1898 pabrik obat "Bayer" memproduksi obat tersebut dengannama Heroin, sebagai obat resmi penghilang sakit (pain killer).

Tahun 60-an - 70-an pusat penyebaran candu dunia berada pada daerah "Golden Triangle" yaitu Myanmar, Thailand & Laos. Dengan produksi: 700 ribu ton setiap tahun. Juga pada daerah "Golden Crescent" yaitu Pakistan, Iran dan Afganistan dari Golden Crescent menuju Afrika danAmerika.

Selain morphin & heroin adalagi jenis lain yaitu kokain (ery throxylor coca) berasal dari tumbuhan coca yang tumbuh di Peru dan Bolavia. Biasanya digunakan untuk penyembuhan Asma dan TBC.

Di akhir tahun 70-an ketika tingkat tekanan hidup manusia semakin meningkat serta tekhnologi mendukung maka diberilah campuran-campuran khusus agar candu tersebut dapat juga dalam bentuk obat-obatan.

Macam Narkoba : Pil Koplo


Macam2 pil Koplo : 
 
B.K, Lezotan, Magadon, Nipam,dll, pil2 ini sudah beredar sampai desa2 terpencil diseluruh Indonesia. Paling banyak dikonsumsi baik anak2 usia SD, SMP, SMU, Mahasiswa dan juga rakyat golongan menengah kebawah. Harganya sangat murah, 1 strip (10 biji) harganya Rp. 10.000,-, sangat mudah didapat, tetapi pil ini sangat ganas karena membuat orang menderita ketergantungan terus menerus, beringas, maunya berkelahi, Szisoprenia (gila), halusinasi, sehingga nantinya generasi penerus banyak yang menderita gila. Dan pil2 ini sangat mengancam kehidupan masyarakat.
Sakauw Pil2 Koplo :
Gelisah, Emosional, Mata Merah, Uring2an, Keringat Dingin, badan sakit semua.

Habis Pakai Pil2 Koplo :
Ngomong terus, tapi suara tidak jelas seperti orang mabuk, menjadi berani, cepat marah, beringas dan maunya ngajak ribut dan berantem saja.


Akibat :
Organ2 tubuh rusak, terutama otak, dan syaraf. Ketergantungan terus menerus, halusinasi, gila, beringas, emosional, suka berantem dan bikin onar, bikin ribut, karena beringas bisa membunuh orang dengan kepala dingin tanpa sadar, sesudah sadar kita sudah dipenjara.

Jadi kecenderungannya adalah merusak, karena berani kepada orang tua, guru, aparat kepolisian, dan maunya mengajak ribut, bisa menyebabkan perkelahian antar pelajar, antar kelurahan, antar desa dst.
Waktu demo2 peristiwa Semanggi dan pada setiap demo2 mahasiswa, kenapa kita melihat mahasiswa kelakuannya seperti binatang, berani, beringas dan mengamuk membabi buta dan melawan polisi dan tentara seperti orang2 yang tidak terpelajar. Karena ada cerita mahasiswa2 ini selalu diberi pil2 koplo oleh penggeraknya dan pil2 untuk kuda dan mahasiswa2 ini tidak tahu karena disebutnya adalah vitamin2 supaya badannya fit.
Pil2 ini dijadikan alat oleh kekuatan asing yang mau menghancurkan Indonesia. Rakyat berani kepada aparat, sehingga tidak ada hukum, pelajar2 tawuran, perkelahian antar desa, desa2 dibakar, rakyat menjadi pengungsi semua hidup ditenda tenda, nantinya seperti negara2 Afrika, mula2 generasi mudanya dihancurkan dengan narkoba mereka2 dijadikan the killing machine, kemudian perkelahian antar suku, antar agama, dan pembantaian sesama rakyat yang dimulai oleh remaja. Sekarang banyak negara2 di Afrika yang hancur dan rakyatnya miskin dan hidup ditenda-tenda sebagai pengungsi, karena rumahnya dibakar pada perkelahian2 antar suku, ras & agama, terpaksa meninggalkan kampung halamannya.
posted by Remaja Indonesia @ 11:36 PM

Macam Narkoba : Ganja/Cimeng


Ganja/cimeng : 

Berbentuk daun-daun kering yang sudah dirajang kering dan ditempatkan (biasanya) dalam sebuah amplop kecil berukuran 25 X 15 cm.Dilinting seperti rokok dan dihisap, dimakan. Banyak dikonsumsi masyarakat, dari remaja sampai rakyat biasa. Mudah didapat dan cara pemakaiannya seperti merokok biasa. Harganya sangat murah : Rp. 10.000,- jadi 4 batang rokok.
Intisari:
Mengandung zat THC (Tetra Hydro Cannabinol) yaitu zat psikoaktif yang berefek halusinasi. Nama lain Mariyuana, Indian Hemp, Rumput, Barang, Gelek, Daun, Hijau, Bang, bunga, Ikat, Labang, cimeng. Akibat penggunaan ganja dalam waktu lama bakal terkena kecanduan yang cukup parah. Kebutuhan narkotika yang tidak terpenuhi akan menimbulkan rasa sakit nagih atau sakau. Selain itu ganja dapat memicu gangguan psikologis berupa kegilaan yang dinamakan skizofrenia. Baik skizofrenia maupun sakau karena nagih ganja sama-sama memiliki gejala awal yang disebut delusi. Delusi di sini ditandai dengan keyakinan yang berlebih bahwa dirinya merupakan perwujudan dari apa saja. Kebanyakan berupa perwujudan benda. Misalnya, ia merasa dirinya adalah patung, ember, sampah, dan lain sebagainya. Aktivitasnya bisa jadi berdiri membisu selama berjam-jam menghadap tembok, menyilet-nyilet tubuh sendiri, membentur-benturkan kepala, dan sebagainya. Oleh karena itu, pemakaian ganja sampai ke tingkat kecanduan di mana terjadi kekacauan fungsi berpikir, berperasaan, dan berperilaku sama saja dengan menalamai gangguan psikologis. Gangguan ini, karena gejalanya sama, bisa mencetuskan skizofrenia atau kegilaan di kalangan orang yang jiwanya labil dan mudah goyah (memiliki faktor predisposisi seperti misalnya kepribadian skizoid). Survey yang pernah ada menyebutkan bahwa umumnya, para penderita skizofrenia sebelumnya sebelumnya adalah pemakai ganja. Akibat lebih jauh, pengguna ganja akan mengalami koma. Kandungan aktif: 100 persen Cannabinoids.

posted by Remaja Indonesia @ 11:46 PM
Macam Narkoba : Putauw

Putauw :


Banana, snow white, bubuk putih ini adalah jenis heroin yg paling rendah, mudah didapat dan banyak dipakai remaja. Harganya relatif murah Paket Hemat : Rp. 25.000,-Karena banyak remaja yang terperangkap sebagai pecandu hanya karena diajak teman2nya untuk menghisap dengan hidung rame2. Padahal sesudah memakai cara dihisap terus menerus, Hidung berdarah, Hidung ingusan terus menerus, Pilek terus menerus, sehingga akhirnya remaja/pemakai berganti dengan cara suntik. Cara ini sangat berbahaya, karena bisa terjadi keracunan waktu darah dikeluarkan dan dikocok2 dijarum suntik dicampur putauw, bisa emboli, kemasukan udara dan menyumbat jantung dan jantung tersumbat dan berhenti berdetak, sehingga banyak sekali pecandu suntik putauw ditemukan mati dengan suntikan masih menempel ditangannya. Putauw ini juga jahat sekali karena kebutuhan tubuh 2 kali kelipatan, misalnya mula2 pakai 1 titik, lama2 2 titik, 4, 16, dst sampai mencapai jumlah yang sangat tinggi dan biasanya pecandu mati karena overdosis. Karena bentuknya bubuk putih, sehingga banyak sekali yang dipalsukan, kadang2 dicampur urea, bedak, tepung, obat yang ditumbuk dll. Sehingga banyak sekali penderita Putauw yang keracunan dan mati, badan menggelepar2, kejang2 dan mulut mengeluarkan busa busa.

Sakauw Putau :
Gelisah, Keringat dingin, Menggigil, tulang2 rasanya mau patah, ngilu semua, mual-mual, mata berair, hidung berair, perut sakit, tulang-tulang serasa ngilu, keringat keluar tak wajar. Bila udara dingin sedikit dia akan merasa sangat kedinginan, Keluar air mata, pupil mata membesar , Keluar ingus, Kelebihan keringat, Diare, Merinding, menguap terus- menerus, Tekanan darah naik, Jantung deg-degan, Demam, panas dingin, Nggak bisa tidur (insomnia), Otot dan tulang nyeri, sakit kepala, Persendian ngilu, Gelisah, Marah-marah, dan gampang terpancing untuk berkelahi

Habis Pakai Putauw :

Ngelamun, berkhayal,malas ngapa2in, halusinasi, merasa ada orang yg mau menyerangnya, membunuhnya dll. Mata sayu, muka pucat, tidak ada konsentrasi, hidung gatal, mual-mual(bagi pemula), mengantuk, bicara tidak jelas, pendiam, over dosis kalau pakai terlalu banyak.

Akibat :
Organ2 tubuh rusak, terutama levernya mengeras, ginjal juga rusak, bisa se-waktu2 mati karena keracunan dan overdosis. Nafsu makan kurang, susah untuk berpikir, susah untuk konsentrasi, menjadi pemarah, hepatitis … penyuntikPupil mata mengecil atau melebar akibat kekurangan oksigen (anoksia), Gembira nggak ketulungan (euforia), sedih banget (disforia), Cuek (apatis), Badanlemas, malas bergerak, ngantuk, Ngomong cadel, Nggak konsentrasi, Nggak perhatian, Lemot (lemah otak) alias daya ingat lemah, Nggak bisa membedakan realitas dengan khayalan Impotensi pada cowok, Gangguan haid pada cewek, Gangguan perut, Nafsu makan berkurang (kurus), Hepatitis / radang hati,HIV/AIDS (pemakai suntikan dengan jarum tak steril)

Intisari :
Putauw adalah derivat dari Heroin alias heroisch diambil dari bahasa Jerman (hero). Tahun 70-an heroin menyerbu generasi muda dalam bentuk morfin. Heroin dihasilkan dari getah buah candu. Sekarang, generasi muda kembali diserbu godaan heroin, yang dalam pergaulan dikenal sebagai putauw. Bedanya putauw dihasilkan dari kristalisasi bahan-bahan kimia sintetis, bukan dari getah buah candu. Efeknya lebih dahsyat dan harganya lebih murah. Hal ini juga merupakan godaan berat yang nggak jarang mendorong remaja untuk coba-coba. Nggak ada pemakai yang bisa menghentikan sakauw kecuali dengan mengkonsumsi putau lebih banyak lagi. Begitu terus-menerus hingga pemakai tak punya pilihan lain dan tubuhnya tak mampu menerima lagi. Ketergantungan putauw jelas mimpi buruk. Seseorang bisa melakukan hal-hal nekat jika sakau menyerang. Dengan putauw kamu bisa gembira seketika. Tapi seiring waktu, tubuh terus mentuntut dosis yang lebih banyak. Apa risikonya? Kematian yang mengenaskan menugggu di depan mata. Kandungan aktif heroin : 20 persen, Heroin Hydrichloride: 20 persen, Monoacetyl Morphine: 35 persen, The baine: 15 persen, Papaverine: 10 persen, Noscapine: 5 persen

posted by Remaja Indonesia @ 12:25 AM 2 comments
Wednesday, September 07, 2005
Macam Narkoba : Shabu-shabu

Shabu-shabu :

Ubas, ss mecin. Gold river, coconut, crystal. shabu2 ini yang sangat mudah didapat dan sangat mudah cara mengkonsumsinya; kelihatannya shabu2 ini memang sengaja disiapkan oleh Kekuatan asing dan Mafia internasional untuk merusak generasi penerus bangsa, bubuk shabu2 yang berbentuk kristal ini sangat mudah didapat dan sangat mudah juga dipakainya, dan pemakainya tidak pernah sakauw atau merasa kesakitan kalau lagi nagih, tetapi bubuk kristal ini sangat jahat karena langsung merusak otak terutama otak yang mengendalikan pernafasan, suatu saat pecandu akan mengeluh sakit asma(sesak nafas) dan lama2 kalau tetap memakai shabu2 akan meninggal begitu saja karena kehabisan nafas, karena syaraf otak yang mengendalikan pernafasan sudah tidak berfungsi, dan tidak ada lagi instruksi untuk bernafas. Setiap hari ada berapa remaja yang meninggal hanya karena keluhan sesak nafas(asma). Cara memakai Kristal ini dibakar lalu dihisap dengan alat khusus yang disebut Bong tetapi anak2 pandai sekali bisa membuat dengan botol apa saja. Dihisap dengan mediator air. Tetapi yang pecancu tidak tahu, didalam tubuh kristal ini mengkristal kembali, sehingga paru2nya bisa berubah menjadi batu mengeras sehingga umumnya keluhan pemakai shabu-shabu adalah sesak nafas. Harga Shabu-bhabu 1 gr - Rp. 200.000,- Jenis Blue Sky yang mahal 1 gr. Rp. 500.000,- 1 gr. bisa untuk 8 orang. Biasanya dipakai 2 kali per minggu. Kristal ini paling banyak digemari karena tidak ada sakauwnya, kalau lagi nagih hanya gelisah, tidak bisa berpikir dan bekerja.

Sakauw Shabu-shabu :
Gelisah, tidak bisa berpikir, tidak bisa bekerja.Tidak bisa tenang, cepat capai, mudah marah, tidak bisa beraktivitas dengan baik, tidak ada semangat, Depresi berat, Rasa lelah berlebihan, Gangguan tidur, Mimpi bertambah

Habis pakai shabu-shabu:
Mata bendul ada garis hitam, Badan terasa panas terbakar, sehingga minum terus menerus, dan ke-mana2 selalu membawa botol aqua. Kuat tidak makan dan tidak tidur sampai ber-hari2, ngomong terus tapi suaranya jelas.Bersemangat, gariah seks meningkat, paranoid, tidak bisa diam/tenang, selalu ingin menambah terus, tidak bisa makan, tidak bisa tidur
Pernah dicoba betapa ganasnya kristal ini, ambil daging mentah dan taruh kristal ini diatasnya dan kristal ini bisa menembus masuk kedalam daging ini, bayangkan kristal seperti ini dimasukkan kedalam tubuh.

Akibat :
Merusak organ2 tubuh terutama otak, dan syaraf yang mengatur pernafasan. Banyak yang mati karena sesak nafas, dan tiba2 berhenti bernafas karena syaraf yang mengendalikan pernafasan sudah rusak dan tidak ada lagi instruksi untuk bernafas, sehingga nafasnya putus/berhenti, dan mati.Paranoid, otak suah dipakai berpikir dan konsentrasi, jet lag dan tidak mau makan.Rasa gembira / euforia, Rasa harga diri meningkat, Banyak bicara, Kewaspadaan meningkat, denyut jantung cepat, Pupil mata melebar, Tekanan darah meningkat, berkeringat/rasa dingin, Mual/muntah, (Dalam waktu 1 jam setelah pemakai gelisah),Delirium/kesadaran berubah (pemakai baru, lama, dosis tinggi), Perasaan dikejar-kejar, Perasaan dibicarakan orang, Agresif dan sifat bermusuhan, Rasa gelisah, Tak bisa diam, (Dalam waktu 24 jam).Gangguan irama detak jantung, Perdarahan otak, Hiperpireksia atau syok pada pembuluh darah jantung yang berakibat meninggal

Intisari :
Tahun 1990-an, Indonesia diserbu obat-obatan berbahan dasar amphetamine seperti ekstasi dan shabu. Dalam dunia kedokteran, amphetamine dipakai sebagai obat perangsang. Salah satunya ntuk mengatasi depresi ringan. Oleh umum, ekstasi yang berbahan dasar MDMA (Methylenedioxymethamphetamine) dan shabu dipakai untuk memperoleh rasa gembira dan tidak mengenal lelah. Dan untuk mempertahankan kondisi ini, pemakai akan menambah dosis hingga tanpa disadari sudah melampau batas. Bahayanya, nggak ada yang bisa memastikan apa sisa kandungan obat-obatan tersebut selain amphetamine. Begitu pula risiko atau efek samping apa yang bakal menghadang. Ekstasi dan shabu merangsang sistem saraf pusat (otak) hingga pemakainya tampak tak kehabisan enerji. Jika sedang "on" memang akan terasa enak tapi sesudahnya badan akan terasa letih, depresi berat, lesu, dan yang paling parah ingin mencelakakan diri sendiri dan bunuh diri. Gejala fisik lainnya, pupil akan melebar, tekananan darah meninggi, berkeringat tapi merasa kedinginan, mual atau muntah, dan kesadaran menurun. Sementara ada anggapan shabu bisa mengehntikan kecanduan taerhadap putauw (heroin). Tapi sejauh ini kebenarannya sangat diragukan. Kandungan aktif: 100 persen.

posted by Remaja Indonesia @ 12:28 AM

Thursday, September 08, 2005

Macam Narkoba : Ectasy, Inex, Blackheart


Inex, Ecstasy, Blackheart :
Kancing, I, inex.Alladin, electric, gober, butterfly, dll.Cara pakai: Berbentuk pil/kapsul.Dikunyah, dikulum, ditelan dengan air mineral. Harganya sangat mahal sehingga hanya dipakai kelas menengah keatas, executive dll.
Habis pakai:
rasanya gembira terus, maunya tertawa, hal2 yg tidak lucu saja membuat tertawa, energetik.Energik, mata sayu, muka pucat, berkeringat banyak, tidak bisa diam/over acting,tidak bisa tidur

Sakauw :
rasanya gelisah dan tidak bergairah dan tidak energetik sehingga ingin mengkonsumsi lagi.

Akibat :
Kalau dipakai terus menerus juga merusak organ2 tubuh dan juga merusak otak dan syaraf.Syaraf otak rusak, dehidrasi, liver rusak & berfungsi tdiak baik, tulang gigi keropos, jet lag, syaraf mata rusak, paras selalu ketakutan.


Macam Narkoba : Heroin & Opium


Heroin & Opium :
sangat mahal, harganya jutaan, jarang dipakai remaja. Sakauw, Habis pakai dan akibatnya sama dengan Putauw.

Sakauw :
Depresi berat, Rasa lelah berlebihan, Banyak tidur, Mimpi bertambah, Gugup, Ansietas/rasa gelisah, Perasaan curiga.Denyut jantung cepat, Gelisah, Euforia atau rasa gembira berlebihan, Rasa harga diri meningkat, Banyak bicara, Kewaspadaan meningkat, kejang-kejang, Pupil mata melebar, Tekanan darah meningkat, Berkeringat atau rasa dingin, Mual / muntah, Mudah berkelahi dan cepat tersinggung, Gangguan kejiwaan, subarachnoid/otak, Thromboemboli/penyumbatan pembuluh darah, Nystagmus, horisontal/mata bergerak tak terkendali, Distonia (kekakuan) otot leher.Aritmia jantung/gangguan irama jantung, Luka sampai sekat rongga hidung, Hilang nafsu makan, Anemia, berat badan turun
Intisari :
Heroin alias heroisch diambil dari bahasa Jerman (hero). Tahun 70-an heroin menyerbu generasi muda dalam bentuk morfin. Heroin dihasilkan dari getah buah candu. Sekarang, generasi muda kembali diserbu godaan heroin, yang dalam pergaulan dikenal sebagai putauw. Bedanya putauw dihasilkan dari kristalisasi bahan-bahan kimia sintetis, bukan dari getah buah candu. Efeknya lebih dahsyat dan harganya lebih murah. Hal ini juga merupakan godaan berat yang nggak jarang mendorong remaja untuk coba-coba. Nggak ada pemakai yang bisa menghentikan sakauw kecuali dengan mengkonsumsi putau lebih banyak lagi. Begitu terus-menerus hingga pemakai tak punya pilihan lain dan tubuhnya tak mampu menerima lagi. Ketergantungan putauw jelas mimpi buruk. Seseorang bisa melakukan hal-hal nekat jika sakau menyerang. Dengan putauw kamu bisa gembira seketika. Tapi seiring waktu, tubuh terus mentuntut dosis yang lebih banyak. Apa risikonya? Kematian yang mengenaskan menugggu di depan mata. Kandungan aktif heroin : 20 persen, Heroin Hydrichloride: 20 persen, Monoacetyl Morphine: 35 persen, The baine: 15 persen, Papaverine: 10 persen, Noscapine: 5 persen

posted by Remaja Indonesia @ 12:29 AM

BNN: Narkoba Bunuh 40 Orang Setiap Hari

Selasa, 18 November 2008 - 20:20 wib
text TEXT SIZE :
Share
Ilustrasi Narkoba (Ist)

SANUR - Badan Narkotika Nasional (BNN) menyatakan 40 orang meninggal setiap harinya akibat narkoba. Hal itu disebabkan meningkatnya kasus tersebut hingga tujuh kali lipat.

Dalam lima tahun terakhir jumlah kasus narkoba meningkat pesat dari 3.600 kasus menjadi 17.000 kasus. "Dengan jumlah itu, angka kematian akibat narkoba mencapai 15 ribu orang setiap tahunnya," kata Kepala Pelaksana Harian BNN Komjen Pol Gories Mere di Hotel Grand Bali Beach, Sanur, Bali, Selasa (18/11/2008).

Menurut Gories, akibat peningkatan kasus tersebut, jumlah tersangka kasus narkoba juga meningkat enam kali lipat, yakni sebesar 31.655 orang. Padahal lima tahun lalu jumlahnya hanya 4.624 tersangka.

Gories mengakui, meski dalam enam tahun terakhir polri berhasil membongkar sindikat sekaligus perusahaan penyuplainya, hal itu tidak serta merta menurunkan angka kasus narkoba. Hal ini mengingat jaringan internasional penyuplai narkoba masih terus beroperasi.

Di Indonesia sendiri, lanjut dia, penyuplai narkoba jenis heroin masih dikuasai jaringan segitiga emas seperti Thailand - Laos - Myanmar dan Afghanistan - Iran - Pakistan. Jaringan itu bahkan mampu menguasai 70 persen pasokan narkoba ke seluruh dunia.

Selain itu, jaringan asal Aceh juga masih memberi sumbangan besar dalam peredaran ganja di Indonesia. "Bahkan mereka juga mengekspornya ke Malaysia dan sejumlah negara ASEAN," pungkas Gories.(ful)
(Miftachul Chusna/Sindo/mbs)

Harmoni Tablet Mematikan

narkoba-lomba-4 narkoba-lomba-3

Kamu pilih…, maka kamu mati juga…,

Tanpa Narkoba… Lebih Berprestasi Gitu Lhooo…

Pemerintah Kab. Banjar menolak penyalahgunaan Narkoba.
Foto : Banjar/Reskrim/Fajar Adi Purnomo

BANJAR : Rabu (10/12) Bhayangkari Cab. Banjar mengadakan penyuluhan Anti Narkoba di Mahligai Sultan Adam (dulu Pendopo Kab. Banjar). Acara yang bertema “Penyuluhan Sadar Narkoba untuk Menyelamatkan Generasi Muda dari Bahaya dan Dampak Buruk Penyalahgunaan Narkoba” tersebut berjalan dengan lancar yang dihadiri Ketua Pengurus Daerah Bhayangkari Kalimantan Selatan Ny. Anton Bachrul Alam beserta Pengurus Daerah Bhayangkari Kalimantan Selatan, Bupati Banjar H. Gt. Khairul Saleh dan Kapolres Banjar AKBP Iswahyudi.

Sampel Narkotika dan Psikotropika serta minuman keras dari Dit Narkoba Polda Kalsel.
Foto : Banjar/Reskrim/Fajar Adi Purnomo

Penyuluhan tersebut mendatangkan 3 narasumber yaitu AKBP Dr. Setyo P. (Kabid Dokkes Polda Kalsel) yang menjelaskan penyalahgunaan Narkoba dari aspek kesehatan, Kompol Normawati (Dit Narkoba Polda Kalsel) yang menjelaskan penyalahgunaan Narkoba dari aspek hukum dan KH. Fadhlan (Tokoh Agama Kab. Banjar) yang menjelaskan penyalahgunaan Narkoba dari aspek agama.

Kumpulan foto kegiatan Penyuluhan Narkoba.
Foto : Banjar/Reskrim/Fajar Adi Purnomo

Acara yang dihadiri puluhan pelajar, mahasiswa dan ormas/LSM se-Kab. Banjar berjalan alot pada sesi tanya jawab, ke-3 narasumber dihujani pertanyaan yang sangat berbobot dari seorang mahasiswa Akademi Perawat Intan Martapura. ***Banjar/Reskrim/Fajar Adi Purnomo

Faktor dan Akibat NARKOBA

















Penyalahgunaan narkotika, psykotropika dan minuman keras pada umumnya disebabkan karena zat-zat tersebut menjanjikan sesuatu yang dapat memberikan rasa kenikmatan, kenyamanan, kesenangan dan ketenangan, walaupun hal itu sebenarnya hanya dirasakan secara semu.

Penyalahgunaan narkoba ada beberapa factor yaitu:

1. Lingkungan sosial

  • Motif ingin tahu: di masa remaja seseoraang lazim mempunyai rasa ingin lalu setelah itu ingin mencobanya. misalnya dengan mengenal narkotika, psykotropika maupun minuman keras atau bahan berbahaya lainnya.

  • Adanya kesempatan: karena orang tua sibuk dengan kegiatannya masing-masing, mungkin juga karena kurangnya rasa kasih saying dari keluarga ataupun karena akibat dari broken home.

  • Sarana dan prasarana: karena orang tua berlebihan memberikan fasilitas dan uang yang berlebihan, merupakan sebuah pemicu untuk menyalahgunakan uang tersebut untuk membeli narkotika untuk memuaskan rasa keingintahuan mereka.

2. Kepribadian

  • Rendah diri : perasaan rendah diri di dalam pergaulan di masayarakat ataupun di lingkungan sekolah, kerja dsb, mereka mengatasi masalah tersebut dengan cara menyalahgunakan narkotik, psykotropika maupun minuman keras yang dilakukan untuk menutupi kekurangan mereka tersebut sehingga mereka memperoleh apa yang diinginkan seperti lebih aktif dan berani

  • Emosional dan mental : Pada masa-masa ini biasanya mereka ingin lepas dari segala aturan-aturan dari orang tua mereka. Dan akhirnya sebagai tempat pelarian yaitu dengan menggunakan narkotik, psikotropika dan minuman keras lainnya. Lemahnya mental seseorang akan lebih mudah dipengaruhi oleh perbuatan-perbuatan negatif yang akhirnya menjurus ke arah penggunaan narkotik, psikotropika dan minuman keras lainnya.

Akibat penyalahgunaan narkotika:

  1. Merusak susunan syaraf pusat atau merusak organ-organ tubuh lainnya, seperti hati dan ginjal,serta penyakit dalam tubuh seperti bintik-bintik merah pada kulit seperti kudis, hal ini berakibat melemahnya fisik, daya fikir dan merosotnya moral yang cenderung melakukan perbuatan penyimpangan social dalam masyarakat.

  2. Dalam memenuhi kebutuhan penggunaan narkotik, mereka dengan menghalalkan segala cara untuk memperoleh narkotik. Yang awalnya menjual barang-barang hingga melakukan tindakan pidana.

Akibat penyalahgunaan psykotropika: Psykotropika terbagi menjadi 4 golongan: psykotropika gol I, gol II, gol III dan gol IV. Psykotropika yang sedang populer dan banyak yang disalahgunakan adalah psykotropika gol I yaitu ecstasy dan psykotropika gol II yaitu sabu-sabu. Efek yang ditimbulkan dari psytropika adalah:

  1. Efek farmakologi dari ecstasy tidak hanya bersifat stimulant tapi juga mempunyai sifat halusinogenik yaitu menimbulkan khayalan-khayalan nikmat dan menyenangkan, secara rincinya adalah: • Meningkatkan daya tahan tubuh • Meningkatkan kewaspadaan • Menimbulkan rasa nikmat dan bahagia semu • Menimbulkan khayalan yang menyenangkan • Menurunkan emosi

  2. Efek samping yang berlebihan adalah: • Muntah dan mual • Gelisah • Sakit kepala • Nafsu makan berkurang • Denyut jantung berkurang • Timbul khayalan yang menakutkan • Kejang-kejang

  3. Efek terhadap organ tubuh: • Ecstasy : dapat menimbulkan gangguan pada otak, jantung, ginjal, hati, kulit dan kemaluan.

  4. Efek-efek lainnya: setelah pengaruh ecstasy habis berapa jam atau beberapa hari, maka pengguna akan mengalami: • Tidur berlama-lama dalam gelap • Depresi • Apatis • Kematian karena adanya payah jantung serta krisis hipertensi atau pendarahan pada otak

Akibat penyalahgunaan bahan berbahaya (minuman keras):

  • Meminum minuman beralcohol banyak akan menimbulkan kerusakan hati, jantung, pangkreas dan peradangan lambung.

  • Dapat merusak secara permanen jaringan otak sehingga menimbulkan gangguan daya ingatan, kemampuan penilaian, kemampuan belajar dan gangguan jiwa tertentu.

  • Perasaan seorang tersebut mudah tersinggung dan perhatian terhadap lingkungan juga terganggu, menekan pusat pengendalian diri sehingga yang bersangkutan menjadi berani dan agresif dan bila tidak terkontrol akan menimbulkan tindakan-tindakan yang melanggar norma-norma dan sikap moral yang lebih parah lagi akan dapat menimbulkan tindakan pidana atau kriminal.


Opium Detox

Opium is the crudest form and also the least potent of the Opiates. Opium is the milky latex fluid contained in the un-ripened seed pod of the opium poppy. As the fluid is exposed to air, it hardens and turns black in color. This dried form is typically smoked, but can also be eaten. Opium is grown mainly in Myanmar (formerly Burma ) and Afghanistan .

When first used, opium can give users a feeling of euphoria, extreme calm, or well being. Their troubles may seem unimportant and nothing else really matters, except for the fact that the drug works. But often nightmares and hallucinations may come into play when the affects of the drug wears off. At that point, individuals with an opium addiction will often need more of the opium to satisfy their need for more. As time goes on, the addict develops an increasing tolerance to the effects of the drug, and more and more of the drug is needed to produce the initial effect of euphoria.

Opium detox symptoms include but are not limited to:

  • Severe anxiety, insomnia, profuse sweating, muscle spasms, chills, shivering, tremors, restlessness, yawning, gooseflesh, restless sleep, irritability, weakness, twitching and spasms of muscles, kicking movements, severe backache, abdominal and leg pains, abdominal and muscle cramps, hot and cold flashes, nausea, anorexia, vomiting, intestinal spasm, diarrhea, repetitive sneezing, and increase in body temperature, blood pressure, respiratory rate, and heart rate

During your detox from Opium, the Physician will usually prescribe detox medication to counter the detox withdrawal symptoms. Our highly trained staff will assist you in making your detox as comfortable and safe as possible. Opium detox usually last 7 to 10 days.


July 1, 2008 - Posted by Rika Motota

Kisah sebuah spidol, presiden dan seorang ayah…

Persiapan untuk pelaksanaan HANI (Hari Anti Narkoba Internasional) di istana sudah menjelang H-1, dengan agenda Presiden akan menandatangani sebuah prasasti sebagai simbol diresmikannya Klinik Narkoba di Pulau Sebaru tentu saja sebuah spidol emas sangat diperlukan untukpenandatanganan, kecil namun fatal apabila dilalaikan, malam itu tanggal 25 Juni pukul 08.15 telepon berbunyi dari salah satu atasanku dia meminta aku untuk mencarikan spidol untuk keperluan besok, namun setahuku spidol sudah dipersiapkan kenapa harus minta lagi? Ternyata susah mendapatkan spidol emas di kota tempat tinggal aku apalagi hari sudah malam, tanpa hasil aku putuskan untuk pulang, aku berterus terang kepada atasanku kalau aku tidak berhasil mendapatkan spidol emas, aku menceritakan kepada keluargaku betapa susahnya mencari spidol emas, ayahku yang sudah pensiun mencoba membantu mencarikannya, jauh beliau berkeliling menggunakan sepeda hingga ke jalan raya yang tentunya itu sangat membahayakan nyawa beliau akhirnya spidol itu dia dapatkan dengan peluh di sekujur tubuh tuanya. Atasanku menelepon kembali dan mengatakan bahwa dia telah membeli spidol emas untuk keperluan esok sehingga spidol yang aku beli otomatis tidak terpakai, sedih rasanya apabilah ayah tahu spidol yang dia beli tidak jadi dipakai orang nomor satu di negara ini, yah…akhirnya aku katakan spidol tidak akan dipakai untuk besok namun Ibuku tetap memaksa agar aku membawa spidol itu sebagai cadangan. Hari yang dinantikan akhirnya tiba juga dengan pakaian batik terbaikku aku langkahkan kakiku ke Istana Presiden yang menurutkan tidaklah terlalu besar dan megah seperti yang aku lihat di televisi, sebagai salah seorang panitia aku harus berkoordinasi dengan protokoler istana mengenai alat, perlengkapan dan orang yang memasuki istana, cukup repot memang, aku bertemu dengan atasanku dia memberikan spidol emas kepadaku dan memerintahkan untuk diserahkan ke pihak protokoler agar dapat diteliti keamanannya, wajah ayahku dengan peluh dan spidol ditangannya kembali melintas saat aku memberikan spidol pembelian atasanku, namun tuhan berkehendak lain 15 menit sebelum acara dimulai, pihak protokoler panik mencari aku dan atasanku dia mengatakan spidol yang telah diperiksa menghilang entah kemana, padahal spidol itu adalah spidol kedua yang kami berikan…dan keduanya hilang begitu saja, mana mungkin pihak protokoler dan paspanres bisa begitu teledor manangani satu buah spidol saja, ya…Tuhan firasat Ibuku ternyata benar spidol emas pembelian ayahku akan menjadi satu-satunya spidol yang akan dipakai Presiden untuk manandatangani sebuah Prasasti yang akan di taruh di Klinik sampai akhir zaman, tanpa peduli betapa jauhnya antara istana dan tempat parkir mobil aku berlari untuk mengambil spidol yang sengaja aku tinggal. Mungkin sebagian orang menganggap itu hal kecil yang biasa aja, namun buat aku itu adalah bentuk keajaiban Tuhan yang diberikan untuk Ayah dan keluarga, keesokan harinya media tulis dan cetak banyak mengekspose gambar RI 1 yang sedang menandatangani prasasti menggunakan spidol yang dibeli ayah, betapa bangganya beliau……..thanks for everything Papa, Mama and Sister….I love you all…you are my true miracle

July 1, 2008 - Posted by Rika Motota

Kenali Musuhmu…

BNN lebih banyak menggunakan istilah Narkoba (narkotika, psikotropika dan bahan adiktif lainnya) untuk menyebut benda laknat memabukan dan membuat addict penggunanya, sedangkan Depkes lebih sering menggunakan istilah Napza (narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya) lain lagi dengan LSM maupun instansi pemerintah lainnya yang menyebut istilah Madat. Peredaran Narkoba di dunia cukup mengkhawatirkan dan jenisnya atau turunannya sudah banyak beredar dan disalahgunakan dari tingkat pejabat sampai anak TK, untuk itu kiranya perlu bagi kita untuk mengenali benda-benda laknat tersebut dan semoga bermanfaat….

Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman dan bukan tanaman, sintetis dan non-sintetis, yang dapat menyebabkan penurunan dan perubahan kesadaran dan hilangnya rasa. Dapat mengurangi hingga menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan. Hal itu dimungkinkan karena narkotika memiliki daya adiksi sangat besar serta sangat tinggi merangsang aspek toleran dan habitual pada penggunanya. Berdasarkan cara pembuatannya, narkotika dibagi menjadi 3 golongan: alami, semi-sintetis dan sintetis. Jenis alami terdiri dari ganja, dan opium, berikut akan saya jabarkan satu persatu

Ganja (Cannabis sativa syn. Cannabis indica) adalah tumbuhan perdu penghasil serat. Ganja lebih dikenal karena kandungan zat narkotika tetrahidrokanabinol (THC)-nya yang dapat membuat pemakainya mengalami euforia. Ganja dapat mempengaruhi sistem saraf dan memperlambat aktivitas otak, tanaman ini banyak dijumpai di Aceh, Sumatera dan Jawa. Selain efek negatif, ganja memiliki keunggulan seperti tumbuhan yang ramah lingkungan, anti hama, mudah ditanam, dan punya manfaat banyak. Tasmania adalah salah satu negara yang memanfaatkan ganja. Negara ini menurunkan kadar THC (Tetrahydrocannabinol) ganja dan memanfaatkannya untuk membuat bahan tekstil, kertas, bahan pembuat makanan. Sementara kadar THC ganja yang tumbuh di Indonesia belum terukur, sebab itulah sempat mencuat kabar jikalau ganja akan dilegalkan, untungnya hal tersebut hanya pemikiran segelintir orang saja.

Opium (Papaver somniverum) adalah bunga dengan bentuk dan warna yang indah. Dari getah bunga opium dihasilkan candu (opiat). Banyak tumbuh di Burma, Kamboja, Thailand (ketiganya dikenal dengan sebutan “The Golden Triangle”) dan Cina Daratan, serta negara-negara timur tengah seperti Afghanistan, Iran dan Pakistan yan lebih dikenal dengan sebutan “The Golden Crescent” atau bulan sabit dan menurut laporan tahunan UNODC menyatakan bahwa produksi opium di Afganistan meningkat hampir 50% dari tahun lalu, dan perlu diingat Afghanistan merupakan pemasok hampir 92% opium dunia. Dari opium inilah nantinya akan dilahirkan turunan-turunannya yang awalnya dibuat untuk keperluan medis, namun kemudian disalahgunakan, yang salah satunya adalah morfin.

Kokain ( Istilah lain: coke, cocaine, crack, snow, girl, lady) adalah bubuk krital putih yang didapat dari ekstrasi dan isolasi daun koka, yang dapat menjadi perangsang pada sambungan saraf. Kokain dapat digunakan dengan cara mengendus memalui hidung (snorting), menyuntik, merokok dengan kokain atau diserap melalui mukosa. Namun potensi ketergantungan yang terbesar adalah jika pemakaian kokain dilakukan dengan cara penyuntikan atau merokok kokain dalam bentuk murni atau yang dikenal dengan nama Freebase. Termasuk dalam jenis ini antara lain, petidin, metadon dan naltrexon.

Psikotropika merupakan zat atau obat bukan narkotika, baik alamiah maupun sintetis. Psikoaktif punya pengaruh selektif pada susunan saraf pusat, yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan prilaku. Psikotropika memiliki banyak jenis dan macam. Jenis-jenis psikotropika yang paling populer digunakan pada saat ini diantaranya adalah :

  • ATS (Amphetamine Type Stimulant) yaitu sekelompok zat yang mempunyai khasiat yang sama dengan atau seperti amfetamin.
  • Amfetamin, yaitu sekelompok zat yang mempunyai khasiat sebagai stimulant susunan syaraf pusat, seperti kafein, nikotin, chathein dan kokain.
  • Shabu, adalah nama jalanan untuk amfetamin, rumus kimia shabu adalah methamphetamine atau desoxyephedrine, disingkat meth berbentuk kristal dan tidak mempunyai warna maupun bau, maka shabu seringkali juga disebut dengan julukan ice, memiliki pengaruh yang kuat terhadap syaraf karena bekerja dengan cara menstimulir susunan syaraf pusat sehingga menimbulkan efek euforia.
  • Ecstasy (MDMA), yaitu jenis psikotropika yang mempunyai daya menimbulkan ketergantungan teringgi, digunakan hanya untuk tujuan ilmu, tidak digunakan untuk pengobatan.

Bahan Adiktif Lainnya adalah zat, bahan kimia dan biologi, baik dalam bentuk tunggal dan campuran, yang dapat membahayakan kesehatan dan lingkungan hidup secara langsung atau tidak landsung yang punya sifat karsinogenik, teratogenik, mutagenik, korosif dan iritasi. Bahan berbahaya ini adalah zat adiktif yang bukan narkotika dan psikotropika atau zat-zat baru hasil olahan manusia yang menyebabkan kecanduan.

Semoga Bermanfaat….

July 1, 2008 - Posted by Rika Motota | Drugs Problem | | No Comments Yet

Peranan Industri Kimia dalam memberantas Narkoba

Penyalahgunaan narkoba manjadi sumber berbagai tindak pidana seperti pencurian, pencopetan, perampokan dan pelacuran. Pelaku kejahatan produksi narkoba dan perdagangan narkoba dikenal mendukung terorisme, kelompok kejahatan dan pejabat yang korup. Produksi narkoba, yang merupakan akar permasalahan, telah menjadi ancaman yang begitu besar terhadap masyarakat sehingga langkah-langkah penanggulangan perlu segera diambil. Untuk membendung produksi narkoba, tindakan yang harus kita ambil adalah mencegah pelaku kejahatan memperoleh bahan mentah, reagen serta pelarut yang dibutuhkan dalam proses produksi. Bahan-bahan kimia ini lazimnya disebut sebagai “prekursor” .

Apabila anda merupakan salah satu orang yang bekerja pada industri kimia, anda dapat menghalau pelaku tindak pidana memperoleh prekursor dengan mengambil langkah-langkah pencegahan sehingga mereka berhenti memproduksi narkoba. Ini jauh lebih baik dibanding menanggulangi perdagangan dan penyalahgunaan narkoba serta berbagai masalah yang timbul darinya setelah narkoba diproduksi

Katakan TIDAK Pada NARKOBA!



Sumber : KASIH LESTARI



Seperti kita ketahui, narkoba ( narkotika dan obat - obatan berbahaya) telah lama dikonsumsi oleh manusia. Benda yang pada awalnya dikonsumsi sebagai obat - obatan, kini disalah gunakan sebagai 'alat pelarian' yang dipakai di luar batas.

Semakin lama, penyalahgunaan narkoba semakai meluas di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Berbagai jenis narkoba dalam berbagai bentuk dan cara pemakaian telah beredar dengan sedemikian cepatnya di negara kita. Pemakai dan bahkan pengedar narkoba pun kian menjamur dari waktu ke waktu.

Yang menjadi masalah ialah, maraknya pengkonsumsi narkoba tersebut hampir 90 persen terdiri dari generasi muda. Padahal kita semua tahu, bahwa nasib bangsa terletak di tangan generasi muda, sebagai generasi penerus. Karena itu, bisa dipastikan narkoba cepat atau lambat akan menjadi ancaman yang serius bagi kelangsungan bangsa.


Narkoba , Remaja , dan Masyarakat



Narkoba, Narkotika dan yang kini lebih dikenal dengan NAPZA sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat. Hampir semua orang tahu apa itu narkoba, narkotika, dan sejenisnya. Kebanyakan masyarakat mengetahui bentuk dan jenis - jenis narkoba dari tayangan televisi, koran dan internet. Tapi pada umumnya, tayangan televisilah yang banyak memberi informasi seputar narkoba. Bisa kita lihat pada tayangan kriminal di televisi, banyak terjadi kasus - kasus tentang pengedaran dan pengonsumsian narkoba. Dan kenyataannya, banyak sekali remaja yang terlibat dalam penyalah gunaan narkoba.

Banyak sekali masyarakat yang beranggapan bahwa remaja yang telah terlibat dalam kasus - kasus narkoba tersebut, ialah remaja yang tidak layak untuk mendapat perhatian. Sebagian besar masyarakat merasa tidak peduli dan bahkan tidak mau tahu terhadap hal tersebut. Padahal, pada kenyataannya, peran serta masyarakat sedikit banyak juga memberi andil dalam membentuk pribadi remaja. Jika masyarakat lebih peduli terhadap remaja - baik remaja yang sudah terlibat kasus narkoba, maupun remaja yang belum terlibat - mungkin saja kita bisa memperkecil kemungkinan menyebarnya narkoba di kalangan remaja.

Namun, kita tidak bisa mengatakan bahwa masyarakat tidak peduli SAMA SEKALI terhadap masalah yang satu ini. Banyak juga organisasi masyarakat, khususnya di kalangan ibu - ibu PKK yang mengadakan penyuluhan terhadap remaja untuk mencegah meluasnya pemakaian narkoba. Selain itu, banyak pula artikel - artikel yang menceritakan betapa berbahayanya narkoba bagi kehidupan kita. Tapi ternyata, tetap saja remaja tidak bisa lepas dari narkoba. Untuk itulah, kita harus bertindak cepat dan menganalisa, bagaimana obat - obatan terlarang tersebut bisa merasuki kehidupan remaja.

Mengapa Harus Narkoba?



Penting sekali untuk tahu dan mengerti mengapa para remaja bisa terjerat pengaruh narkoba. Karena, jika kita tahu penyebab awalnya, kita setidaknya bisa mencegah para remaja untuk tidak terlibat narkoba. Masalah utama remaja biasanya berawal dari pembentukkan dan pencarian jati diri. Banyak sekali remaja yang mengalami krisis identitas di usia 'perbatasan' mereka. Peran dan dukungan orang tua merupakan faktor penting agar remaja tidak terlibat masalah narkoba.

Bila remaja kurang mendapat perhatian dari orang tua, kebanyakan dari mereka akan mengalami perkembangan pribadi yang lemah, dan mereka akan dengan mudah terjerumus ke dalam belenggu penyalahgunaan narkoba. Selain itu, sebagaimana yang kita ketahui, para remaja yang sedang mencari identitas dan jati diri biasanya memiliki rasa keingintahuan yang besar. Oleh sebab rasa ingin tahu itulah, remaja juga bisa terjerumus ke dalam perangkap narkoba.

Selain karena faktor pencarian jati diri di atas, faktor keputus - asaan dan banyaknya masalah yang dihadapi remaja dalam usia sedini mereka, juga termasuk faktor yang mengakibatkan meluasnya pengaruh narkoba di kalangan remaja. Sebagai contoh, apabila seorang remaja sedang dalam kerentanan karena menghadapi perceraian orang tua, biasanya akan dengan mudah menjadikan narkoba sebagai tempat pelarian. Sungguh tragis!

Di samping kedua alasan di atas, faktor 'gaya hidup dan trend' di kalangan remaja juga menjadi alasan mengapa harus narkoba yang menjadi sasaran para remaja. Hanya karena ingin ikut - ikutan trend, remaja dengan mudahnya terperosok ke lingkungan 'mematikan'.
Dan celakanya, apabila mereka telah 'kenal' dengan barang haram tersebut, akan sangat sulit bagi mereka untuk bisa lepas dari barang tesebut. Itulah yang menyebabkan narkoba sampai saat ini tidak bisa lepas dari kehidupan kita, khususnya remaja.


Dampak yang Akan Terjadi



Atas pernyataan bahwa narkoba akan sangat sulit, dan mungkin tidak akan bisa lepas dari masyarakat kita, kita pun harus menyadari dampak yang dihasilkan akibat berakar kuatnya narkoba di Indonesia. Mulai dari dampak bagi remaja itu sendiri, maupun dampak bagi bangsa kita.

Pertama - tama, kita akan mengusut dampak bagi remaja itu sendiri. Mulai dari dampak terkecil hingga dampak terbesarnya.
Dampak terkecilnya, pengaruh narkoba akan mengganggu irama hidup remaja. Contohnya, aktivitas akan terganggu, pikiran akan kacau, dan hidup tidak akan tentram karena remaja akan terus - menerus bergantung kepada narkoba. Selain itu, emosi si penderita akan menjadi labil, depresi, mudah merasa curiga, hingga mengalami sakit jiwa.

Dampak - dampak tersebut akan menimbulkan akibat yang lebih jauh. Misalnya, terjadi tawuran, kecelakaan lalu - lintas, dan lain - lain.
Dampak yang paling besar dari semuanya ialah kematian. Selain karena overdosis dan kerusakan organ - organ tubuh akibat pengonsumsian obat - obatan di luar batas, kematian juga dapat terjadi karena menularnya penyakit HIV - AIDS melalui jarum suntik ketika mengonsumsi narkoba. Akhir - akhir ini di Indonesia, jumlah penderita HIV - AIDS meningkat tajam akibat penggunaan narkoba dan narkotika.

Selain dampak bagi diri sendiri, penyalahgunaan narkoba juga akan menimbulkan dampak bagi masyarakat dan negara. Akibat merajalelanya narkotika dan obat - obatan terlarang sejenisnya, generasi penerus bangsa Indonesia pun secara perlahan akan 'rusak'. Dan 'rusaknya' generasi muda Indonesia akan memberi pengaruh yang sangat besar bagi Indonesia. Apalagi, dewasa ini Indonesia merupakan salah satu negara yang sedang mendapat banyak masalah. Baik dari segi politik, ekonomi, maupun kemasyarakatan.

Untuk itulah, generasi muda sudah seharusnya mulai belajar untuk 'turun tangan' dalam membangun Indonesia menuju kemakmuran. Tetapi , apabila generasi muda saat ini telah terancam oleh penyalahgunaan narkoba, maka akan sulit bagi mereka untuk meneruskan upaya masyarakat dalam menyelesaikan dan mengambil alih kepemimpinan Indonesia.
Karena sebab tersebut, dapat dipastikan, luasnya penyalahgunaan narkoba di Indonesia merupakan ancaman yang sangat besar, baik bagi remaja itu sendiri, maupun bagi kelancaran dan kesejahteraan bangsa Indonesia.


Bagaimana Cara Mengatasinya?



Karena banyaknya dampak yang akan timbul akibat narkoba, bagi kita selaku warga bangsa Indonesia yang masih memiliki rasa cinta tanah air, sudah sepantasnya untuk mencegah dan mengatasi peredaran obat - obatan terlarang tersebut.

Hal pertama yang paling penting dalam pemberantasan narkoba dalam remaja ialah keterlibatan orang tua. Menurut pendapat sebagian besar orang - orang, orang tua yang anaknya terlibat di dalam narkoba sebaiknya tidak 'lepas' dari upaya penyembuhan anaknya, baik secara penyembuhan secara langsung, maupun secara moriil. Perhatian dan kesediaan orang tua dalam membantu remaja yang terjerat dalam belenggu narkoba merupakan dukungan yang amat berharga bagi si penderita.

Terkadang , selain mendapat beban fisik, para pengguna narkoba juga mengalami beban psikis. Beban psikis atau psikologis inilah yang biasanya sangat sulit untuk dihilangkan. Oleh sebab itulah, kita harus bahu - membahu dalam membantu penderita untuk lolos dari jeratan narkoba. Selain itu, kita juga harus bersama - sama dalam mencegah remaja meggunakan narkoba.

Selain dari orang tua dan masyarakat ramai, remaja juga membutuhkan layanan masyarakat untuk memandu mereka dari narkoba, narkotika, NAPZA, dan sejenisnya. Untuk itulah, dibentuk beberapa layanan masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap generasi muda Indonesia.

Pada akhirnya , apapun berada di tangan kita masing - masing. Hanya kitalah, yang dapat mengubah Indonesia menuju arah yang lebih baik. Hanya kita, yang dapat membersihkan 'akar - akar' narkoba dari bumi Indonesia. Sesulit apapun, semua itu tetap harus kita kerjakan, karena masa depan bangsa Indonesia berada di tangan kita sebagai generasi penerus bangsa. (Edited - Kasihlestari)

Penyebaran Narkoba

Hingga kini penyebaran narkoba sudah hampir tak bisa dicegah. Mengingat hampir seluruh penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Misalnya saja dari bandar narkoba yang senang mencari mangsa didaerah sekolah, diskotik, tempat pelacuran, dan tempat-tempat perkumpulan genk. Tentu saja hal ini bisa membuat para orang tua, ormas, pemerintah khawatir akan penyebaran narkoba yang begitu meraja rela. Upaya pemberantas narkoba pun sudah sering dilakukan namun masih sedikit kemungkinan untuk menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupun dewasa, bahkan anak-anak usia SD dan SMP pun banyak yang terjerumus narkoba. Hingga saat ini upaya yang paling efektif untuk mencegah penyalahgunaan Narkoba pada anak-anak yaitu dari pendidikan keluarga. Orang tua diharapkan dapat mengawasi dan mendidik anaknya untuk selalu menjauhi Narkoba.

Pemanfaatan

Tumbuhan ganja telah dikenal manusia sejak lama dan digunakan sebagai bahan pembuat kantung karena serat yang dihasilkannya kuat. Biji ganja juga digunakan sebagai sumber minyak.

Namun demikian, karena ganja juga dikenal sebagai sumber narkotika dan kegunaan ini lebih bernilai ekonomi

, orang lebih banyak menanam untuk hal ini dan di banyak tempat disalahgunakan.

Di sejumlah negara penanaman ganja sepenuhnya dilarang. Di beberapa negara lain, penanaman ganja diperbolehkan untuk kepentingan pemanfaatan seratnya. Syaratnya adalah varietas yang ditanam harus mengandung bahan narkotika yang sangat rendah atau tidak ada sama sekali.


http://id.wikipedia.org/wiki/Narkotika

NARKOBA ITU ....

BENTUK DAN MAKNA IKON ANTI NARKOBA


Ikon Anti Narkoba ini berbentuk kupu-kupu, bewarna kuning keemasan dengan outlene hitam

Makna Ikon Anti Narkoba:

Warna kuning keemasan melambangkan kegiatan yang baik dan itikad yang mulia

Warna hitam menunjukkan kekuatan dan keteguhan dalam memerangi penyalahgunaan Anti Narkoba

Kepakan sayap menandakan dinamisasi gerakan Anti Narkoba

Posisi sayap kupu-kupu yang tidak simetris, dan mengarah ke kanan, merupakan simbol arah yang baik

Garis atau outline hitam yang mengelilingi sayap secara tidak terputus mengibaratkan sebuah lintasan tanpa penghujung dan pangkal, menandakan negiatan yang beralangsung terus menerus dalam memerangi Narkoba

Kupu-kupu menginspirasikan proses metamorfosis yang di mulai dari telur, menjadi ulat, kemudian kepompong, dan lahirlah kupu-kupu yang cantik

Proses ini menggambarkan suatu gerakan masyarakat yang terus menerus dan kesinambungan dalam memerangi Narkoba, dimana kupu-kupu menjadi simbol akhir keberhasilan dari sebuah proses yaitu bersih dari Narkoba, sebuah cita-cita mulia yang di harapkan oleh seluruh masyarakat Indonesia
Posted on 20:40 by ondol-ondol and filed under | 0 Comments »

salah satu kegiatan yang peduli akan terpuruknya generasi muda yaitu "Gerakan Musik Tanpa Narkoba" yang di selenggarakan oleh KFC PRESENT yang di selenggarakan dari tanggal 10 Jan s/d 29 Mar 2009 di KFC STORE A. YANI untuk anak SMU SE-KOTA PONTIANAK dengan slogan Haree Genee.... Masih Makee.... Basee Kalee.... !!!




suatu contoh yang harus bisa kita dukung dan kita ikuti, ternyata di bumi Khatulistiwa tercinta kita ini selain aparat dan dan badan pemerintahan lain yang menanggulangi masalah penyalah gunaan Narkoba ternyata masih ada sekelompok anak muda yang mau memperhatikan generasi muda di bumi Khatulistiwa ini dengan mengadakan sosialisasi yang di dukung oleh KFC PRESENT dan SPONSOR-SPONSOR yang sudah mau mendukung penuh untuk membantu kelancaran kegiatan ini

"MARI KITA PERANGI NARKOBA DI BUMI KHATUKLISTIWA"
agar generasi muda di bumi khatulistiwa ini dapat berkembang dan berperan dalam membangun ibu pertiwi agar tetap tersenyum melihat generasi mudanya
Posted on 00:37 by ondol-ondol and filed under | 0 Comments »

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono


"Dunia saat ini sedang bergejolak dan sarat akan tantangan. Karena itu, perjuangan kita sebagai bangsa untuk ikut membangun dunia yang lebih adil dan sejahtera, harus terus di lanjutkan."

"Narkoba menghancurkan masa depan generasi muda. Berhenti menggunakan narkoba sekarang juga. jangan biarkan masa depan kalian gelap dan tanpa harapan."
Posted on 00:52 by ondol-ondol and filed under | 0 Comments »

KEBERSAMAAN DAPAT MENJAUHKAN DIRI DARI NARKOBA

KAWAN,TEMAN,SAHABAT mereka adalah orang yang bisa menjerumuskan kita pada jurang kematian. Tapi KAWAN, TEMAN, SAHABAT juga dapat menghindarkan diri kita dari jurang kematian itu.



Masuknya Narkoba Ke Indonesia


Perlu kita ketauhi bahwa istilah narkoba serta penggunaan obat-obatan jenis opium sudah lama kita kenal di Indonesia, jauh sebelum pecahnya perang dunia ke-II pada jaman penjajahan Belanda.
Pada umumnya para pemakai candu(opium) tersebut adalah orang-orang Cina. Pemerintahan Belanda memberikan ijin pada tempat-tempat tertentu untuk mengisap candu dan pengadaan secara legaldan di benarkan berdasarkan undang-undang (Verdovende Middelen Ordonantie) yang berlaku pada tahun 1927.
Meskipun demikian obat-obat sintesisnya dan juga beberapa obat lain yang mempunyai efek serupa (menimbulkan kecanduan) tidak dimasukan kedalam perundang-undangan tersebut. Orang-orang Cina pada waktu itu menggunakan candu dengan cara tradisional, yaitu dengan jalan mengisapnya melalui pipa panjang. hal ini sampai tibanya pemerintahan jepang menghapuskan Undang-Undang itu dan melarang pemakai candu.
Setelah kemerdekaan, pemerintah Republik Indonesia membuat perundang-undangan yang menyangkut produksi, pengguna dan distri busi dari obat-obatan berbahaya dimana wewenang diberikan kepada Mentri Kesehatan untuk pengaturannya.
Pada tahun 1970, masalah obat-obatan berbahaya jenis narkotika menjadi masalah besar dan bersifat nasional. Pada waktu perang Vietnam sedang mencapai puncaknya pada tahun 1970-an, maka hampir di semua negeri, terutama di Amerika Serikat penyalahan obat (narkotika) sangat meningkat dan sebagaian besar korbannya adalah anak-anak muda. Nampaknya gejala itu berpengaruh pula di Indonesia dalam waktu yang bersamaan.
Posted on 17:21 by ondol-ondol and filed under | 0 Comments »

KONDISI NARKOBA DI INDONESIA

Jumlah pemakai narkoba di indonesia terus meningkat, diperkirakan sekarang ini populasinya mencapai 3,2 juta jiwa dari jumlah tersebut sekitar 800 ribu jiwa menggunakan narkoba dengan jarum suntik. Lebih menyedihkan lagi, yaitu sekitar 60 persen telah terinfeksi HIV/ AIDS.
Berdasarkan data yang ada, setiap tahun yang meninggal akibat narkoba di indonesia berjumlah 15.000 jiwa. kaum laki-laki yang menggunakan narkoba lebih banyak dari pada perempuan.
Untuk memberantas dan pengendalikannya, minimal harus menggunakan tiga cara. diantaranya melaksanakan penegakan hukum yang tegas, melakukan pencegahan dengan penyuluhan, advokasi, pelatihan fasilitator untuk memberikan kepada semua orang tentang bahaya narkoba.
Disamping itu, peran dan prtisipasi aktif masyarakat sangan di perlukan seperti di tunjukkan dalam UU Psikotropika No. 5 Tahun 1997 UU Narkotika No. 22 Tahun 1997 untuk berhasilnya cita-cita bersama Indonesia bebas narkoba 2015. Perang melawan narkoba harus di genjarkan setiap hari oleh masing-masing individu.
Posted on 00:29 by ondol-ondol and filed under | 0 Comments »

JATI DIRI VS NARKOBA

DAPATKAN SEGERA TIKETNYA DI WISMA KARANTINA NARKOBA TERDEKAT



note: apabila anda mendapatkan tiket pertandingan antara "jati diri vs narkoba" maka di akhir hidup anda akan mendapat kebahagiaan tiada batas


APA ITU NARKOBA


Apa Itu Narkoba?


Narkoba adalah singkatan dari Narkotika dan Obat Berbahaya. Sedangkan Narkotika berasal dari bahasa Yunani Narkoun yang berarti membuat lumpuh atau mati rasa. Jelas sekali dari singkatannya bahwa narkoba merupakan kumpulan obat-obat yang didalamnya mengandung berbagai zat yang dapat mematikan kita. Menurut Undang-undang R.I No.22/1997, narkotika ditetapkan sebagai zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik buatan maupun semi buatan yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, mengurangi sampai menghilangkan nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan atau kecanduan.
Selain itu narkoba juga dikenal dengan istilah Napza. Dari singkatan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif. Sebenarnya obat-obatan ini digunakan untuk pengobatan di bidang kesehatan. Namun, penggunaannya disalahgunakan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab. Dengan mengolah obat-obatan ini dengan bahan-bahan lainnya, jadilah narkoba yang kemudian dijual demi keuntungannya. Sangat merugikan sekali bila kita membeli dan mengkonsumsinya. Rugi uang untuk membelinya karena harga yang dijatuhkan pastilah mahal. Yang kedua rugi kesehatan kita. Yang jelas kesehatan kita menjadi taruhan, bukan hanya kesehatan, nyawa kitapun dapat melayang karenanya. Ini adalah masalah yang sangat serius, dalam bidang ekonomi, kesehatan, sosial, dan moral.
Sejarah Narkoba/Narkotika
Sejak dulu orang-orang telah megenal suatu tanaman yang dapat menghilangkan rasa sakit dan nyeri. Orang-orang Yunani menyebutnya opium atau yang kita kenal sebagai candu. Pada tahun 1803 seorang apoteker Jerman berhasil mengisolasi bahan aktif opium yang memberi efek narkotika dan diberi nama Morfin. Morfin berasal dari bahasa Latin Morpheus yaitu nama dewa mimpi Yunani. Oleh apoteker Jerman ini, Morfin digunakan untuk menghilngkan rasa sakit pada luka.
Narkoba Yang Kosmopolit.
Narkoba bukan hal yang susah dicari. Keberadaannya sudah menyebar keseluruh penjuru dunia. Meski begitu sulit bagi kita untuk melenyapkannya. Lahan-lahan ganja, heroin, dan sebagainya tersebar di berbagai daerah. Kemudian bahan-bahan itu diolah oleh sekelompok orang yang yang terorganisir, kemudian diberikan kepada pengedar yang merupakan komplotannya. Lalu pengedar itu menjualnya ke para pecandu. Tak tanggung-tanggung, penyebaran narkoba ini sampai keluar negeri. Organisasi yang begitu rapi dalam menyelundupkan obat-obat ini.

PENGOBATAN NARKOBA


PENGOBATAN NARKOBA

Pengobatan Narkoba:

  1. Pengobatan adiksi (detoks)
  2. Pengobatan infeksi
  3. Rehabilitasi
  4. Pelatihan mandiri

Pencegahan Narkoba:

  1. Memperkuat keimanan
  2. Memilih lingkungan pergaulan yang sehat
  3. Komunikasi yang baik
  4. Hindari pintu masuk narkoba yaitu rokok

Pertolongan Pertama

Pertolongan pertama penderita dimandikan dengan air hangat, minum banyak, makan makanan bergizi dalam jumlah sedikit dan sering dan dialihkan perhatiannya dari narkoba. Bila tidak berhasil perlu pertolongan dokter. Pengguna harus diyakinkan bahwa gejala-gejala sakaw mencapai puncak dalam 3-5 hari dan setelah 10 hari akan hilang.

Empat Cara Alternatif Menurunkan Risiko atau "Harm Reduction" :

  1. Menggunakan jarum suntik sekali pakai
  2. Mensuci hamakan (sterilisasi) jarum suntik
  3. Mengganti kebiasaan menyuntik dengan menghirup atau oral dengan tablet
  4. Menghentikan sama sekali penggunaan narkoba

Detoksifikasi

Detoksifikasi adalah proses menghilangkan racun (zat narkotika atau adiktif lain) dari tubuh dengan cara menghentikan total pemakaian semua zat adiktif yang dipakai atau dengan penurunan dosis obat pengganti.

Detoksifikasi bisa dilakukan dengan berobat jalan atau dirawat di rumah sakit. Biasanya proses detoksifikasi dilakukan terus menerus selama satu sampai tiga minggu, hingga hasil tes urin menjadi negatif dari zat adiktif.

Berikut ini beberapa alamat rumah sakit yang menerima pasien untuk detoksifikasi:

1. Rumah Sakit Ketergantungan Obat
Jl. RS Fatmawati, Cilandak, Jakarta Selatan
Tel: 62-21-7695461; 7698240

2. Rumah Sakit Atma Jaya
Jl. Pluit Raya No. 2, Jakarta Utara
Tel: 62-21-6606127-30

3. Rumah Sakit Mitra Keluarga Jatinegara
Jl. Raya Jatinegara Timur No. 85 A-87, Jakarta 13310
Tel: 62-21-280666; 280777; 280888; 280999

4. Rumah Sakit Darmawangsa
Jl. Darmawangsa Raya No. 13 Blop P2,
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Tel: 62-21-7394484; Fax: 62-21-7394162

5. Rumah Sakit Ongko Mulyo
Jl. Pulomas Barat VI, Jakarta Timur
Tel: 62021-4723332, 4722719

Rehabilitasi

Setelah menjalani detoksifikasi hingga tuntas (tes urin sudah negatif), tubuh secara fisik memang tidak “ketagihan” lagi, namun secara psikis ada rasa rindu dan kangen terhadap zat tersebut masih terus membuntuti alam pikiran dan perasaan sang pecandu. Sehingga sangat rentan dan sangat besar kemungkinan kembali mencandu dan terjerumus lagi.

Untuk itu setelah detoksifikasi perlu juga dilakukan proteksi lingkungan dan pergaulan yang bebas dari lingkungan pecandu, misalnya dengan memasukkan mantan pecandu ke pusat rehabilitasi.

Berikut ini daftar dari beberapa pusat rehabilitasi

1. Yayasan Kasih Mulia
Jl. Camar Indah blok DD-10,
Ruko Pantai Indah Kapuk, Jakarta 14470
Tel: 62-21-5881103, 5882265; Fax: 62-21-5882275;
e-mail: drugKP@cbn.net.id

2. Yayasan Titihan Respati
Jl. Hang Lekir Raya No. 16, Jakarta Selatan
Tel: 62-21-7394762, 7394769

3. Terapi & Rehabilitasi Pasien NAZA
ala Prof. Dr. dr. H. Dadamng Hawari
Jl. Tebet Mas Indah Blok E No. 5, Jakarta
Tel: 62-21-8299857; 8298885

4. Yayasan Insan Pengasuh
Jl. Daksa IV/69, Kebayoran Baru, Jakarta 12110
Tel: 62-21-7208216

5. Yayasan Dharma Kasih Ibu Puri Kinasih
Komplek Cilember desa Jogjogan, Bogor, Jawa Barat
Tel: 62-251-252379

6. Wisma Adiksi
Jl. Jati Indah I No. 23
Pangkalan Jati, Podok Labu, Jakarta Selatan
Tel: 62-21-7690455; 7540604

7. Pusat Pemulihan Rumah Anak Panah
Jl. Kran V No. 3, RT 011/05, Kemayoran, Jakarta 10610
Tel: 62-21-4255652

8. Permadi Siwi
Jl. MT Haryono, Jarkarta Timur

9. Wisma Dulos
Jl. Tugu No. 4, Cilangkap, Jakarta Timur

10. Panti Sosial Parmadi Putra (Depsos)
Khusnul Khotimah
Jl. Babakan Pocis RT 003/03, Babakan,
Kec. Cisauk, Serpong Tangerang
Tel: 62-21-7561331

11. Wisma Siloam
Jl. Semplak No. 345, Bogor
Tel: 62-251-505159

12. Pesantren Al Ihya
Jl. Batu Tapak, Pasir Jaya, Ciomas, Bogor
Tel: 62-251-311964, 312272, 312055

13. Yayasan Harapan Permata Hati Kita
Jl. Dr.
Semeru No. 111, Bogor

14. Yayasan Podok Bina Kasih
Puncak Cipanas
Sekretariat: Citra I ext. Blok AE V/1, Kalideres, Jakarta Barat
Tel: 62-21-5418993; 5459815

15. Pesantren Inabah XV
Jl. Raya Perjuangan No. 15, Cipanas, Ciawi 46157
Tel: 62-265-455228

16. Pesantran Inabah VII
Kp. Rawa, Desa Calingcing, Kec. Sukabening,
Pos Raya Poloh, Tasikmalaya 46155
Tel: 62-265-450028

17. Panti Rehab. Doulos
Jl. Raya Maribaya 191, Lembang, Jawa Barat
Tel: 62-22-2787384

18. Yayasan Cinta Kasih Bangsa
Jl. Kol Soegiyono Susukan Ngemplak, Ungaran
Tel: 62-24-922674

19. Pondok Pesantren Tebu Ireng
Tromol Pos V
Jombang 61471
Jawa Timur